Noval Lamusu Sebut Aktifitas Tambang Batu Galena Rusak Lingkungan Tanpa Ada Tindakan Tegas Dari Pemda Dan Aparat

oleh -
Tambang Batu
Aktivitas Tambang Batu Galena Di Suwawa Kabupaten Bone Bolango

Miindonews, Gorontalo – Aktivis lingkungan Noval Lamusu menyebut, aktifitas pertambangan Batu Gelana (Batu Hitam ) di daerah Suwawa Kabupaten Bone Bolango, merusak lingkungan tanpa adanya tindakan tegas dari pemerintah dan aparat hukum.

” Akibat dari aktivitas yang sudah berlangsung sekira 2 tahun tersebut berdampak pada rusaknya lingkungan dan kerugian pendapatan daerah bahkan negara mencapai 2 trilun pertahun, ” Noval Lamusu, Minggu (25/7/2021).

Pemda Bone Bolango dan aparat penegak Hukum kata Noval, harus punya tindakan tegas terkait aktivitas pertambangan ilegal batu hitam, karena aktivitas tambang tersebut telah mengakibatkan kerusakam alam seperti banjir bandang pada pertengahan tahun 2020.

Baca Juga : PLT Desa Kasakamu Sebut Penyaluran Bibit Sayuran Merupakan Usulan Masyarakat Mubar

“ Pemda dan aparat hukum harus tegas dalam menjaga Sumber Daya Alam di Bone Bolango, jangan sampai hanya beberapa oknum yang menikmati hasilnya akan tetapi seluruh masyarakat Bone Bolango yang merasakan dampak dari aktivitas tambang tersebut, “kata Noval.

Batu hitam itu menurut Noval, jumlahnya sangat melimpah dan bentuknya jelas terlihat, berbeda dengan emas yang bentuknya kecil. Apabila barang tersebut keluar wilayah seharusnya ada perijinan lengkap sedangkan wilayah tambang suwawa masih illegal.

Selain itu, Noval juga meminta kepada pihak keamanan agar segera menindak para oknum-oknum penambang batu hitam ilegal serta semua yang terlibat sampai proses distribusi barang keluar wilayah Gorontalo.

” Tambang ilegal batu hitam tersebut merupakan sumber kekayaan daerah, yang di indikasikan dikelola dan diperjual belikan ke pihak luar dengan cara ilegal atau tanpa adanya izin dari Pemerintah Daerah Bone Bolango,” ungkapnya.

Pewarta : Arn

Editor : Gusti Wilantara