Ketua BPD Karangsentosa Beri Teguran Pemilik Rumah Potong Hewan Soal Limbah Pembuangan

oleh -
Foto : Lokasi Pembuangan Limbah RPH

Miindonews, Jakarta – Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Karangsentosa, Kabupaten Bekasi,Uya Sulaeman mengatakan, pihaknya telah memberi teguran dan pernyataan kepada pemilik Rumah Potong Hewan (RPH) terkait limbah pembuangannya.

Teguran tersebut diberikan, atas laporan masyarakat Desa Karangsentosa, warga Perum Green Sentosa Asri (GGA), terkait limbah pembuangan yang dianggap meresahkan atas bau tidak sedap yang menyebar disekitar lingkungan warga, akibatnya warga merasa tidak nyaman.

” Atas laporan warga kami, kita langsung menindaklanjutinya. Bersama Bimaspol Desa Karangsentosa, mendatangi lokasi tersebut dan bicara dengan pihak RPH, ” kata Uya melalui rilis persnya, Rabu (1/9/2021).

Baca Juga : Desain Besar Olahraga Nasional Diharapkan Bisa Tingkatkan Prestasi Olahraga Indonesia

Ia mengatakan, hasil penelusuran yang dilakukan pihaknya bersama Bimaspol, pemilik RPH telah membuat pembuangan air untuk menampung limbah sementara.

Dan selanjutnya, akan dibuang atau diangkut, agar tidak terjadi pengendapan atau pembiaran, sehingga bau tak sedap tersebut tidak menyebar kembali ke pemukiman warga GGA.

” Terjadi hal itu disebabkan, karena adanya kerusakan pada paralon atau selang pembuangan, sehingga terjadi hal yang tidak diinginkan dan mengakibatkan adanya bau tak sedap yang lolos ke aliran sungai, ” imbuh Uya.

Tak sampai disitu, Uya menjelaskan, pemilik RPH saat ini telah melakukan proses perbaikan kolam dan pipa paralon yang telah rusak.

” Kami meminta dan menekankan kepada pemilik RPH agar tidak menggulangi lagi perbuatan tersebut. Dan kami telah membuatkan surat pernyataan, demi kenyamanan dan kebersihan lingkungan masyarakat Desa Karangsentosa, ” ungkap Uya.

Sebelumnnya, warga Karangsentosa, mengeluhkan atas bau tak sedap dari aliran sungai, yang diduga dari pembuangan limbah RPH (Rumah Potong Hewan) yang tidak sesuai regulasi atau aturan lingkungan hidup.

Untuk itu, warga berharap adanya perhatian dari pihak terkait, sehingga menertibkan dan menindak oknum yang melakukan pencemaran lingkungan dan diproses sesuai dengan ketentuan dan peraturan berlaku.

Editor : Gusti Wilantara