Desain Besar Olahraga Nasional Setarakan Posisi Olimpiade dan Paralimpiade

oleh -
Foto. Menpora RI, Zainudin Amali bersama Ketua NPC dan Ketua NOC

Miindonews, Jakarta – Mentri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyampaikan, Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang sudah disusun oleh kemenpora dan beberapa stakeholder menyetarakan Olimpiade dan Paralimpiade.

“Sekarang Paralimpiade dan Olimpiade  kita tempatkan sama di dalam DBON. Karena itu, saya menghimbau seluruh masyarakat untuk memberi perhatian dan dukungan yang sama kepada atlet paralimpiade kita,”ujar Menpora Amali saat menjemput Atlet Paralimpiade Tokyo 2020 di Bandara Soekarno Hatta, Selasa (6/9/2021).

Baca juga:

Zainudin Amali: Tim Paralimpiade Bertemu Jokowi Diatur Setelah Karantina

Menpora Amali mengatakan, Olimpiade dan Paralimpiade merupakan sasaran utama. Oleh karena itu, Menpora Amali berharap dukungan dan perhatian dari seluruh elemen bangsa.

“Jadi target kita  tinggi, karenanya dibutuhkan dukungan dan perhatian dari semua bidang, baik dari  Kementerian/lembaga, gubernur, bupati, walikota dan kelompok-kelompok masyarakat untuk memberikan dukungan yang sama untuk olimpiade dan  paralimpiade,” ungkapnya.

Menpora Amali meminta kepada masyarakat khususnya difabel agar tetap bersemangat. Menurutnya Amali, prestasi yang diraih atlet difabel di  ajang Paralimpiade menunjukan bahwa masyakarat difabel dengan bukan difabel sama.

“Kepada  masyarakat umum, khususnya saudara kita yang difabel tetap semangat. Apa yang ditunjukkan kontingen Indonesia di paralimpiade ini menunjukkan bahwa tidak ada bedanya karena sama-sama bisa menghasilkan prestasi dan sama-sama mengharumkan nama bangsa,” ujar Menpora Amali.

Baca juga:

Menpora Zainudin Amali Sambut Kloter Akhir Kontingen Indonesia di Paralimpiade Tokyo

Sementara itu , Atlet Para Badminton di Paralimpiade Tokyo 2020  Leani Ratri Oktila mengaku senang dengan adanya  kesetaraan atlet difabel dengan atlet bukan difabel.

“Saya  senang, karena sekarang ini tidak ada lagi perbedaan antara atlet difabel dengan  atlet bukan difabel. Sejak pertama kali saya jadi atlet difabel pada tahun 2013 di era Presiden Jokowi, saya benar-benar merasa disetarakan,” ucapnya.  

Atlet asal Riau ini mengucapkan pujian kepada Presiden Jokowi dan Menpora Zainudin Amali karena terus memberikan dukungan terhadap atlet difabel yang ada di Indonesia.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Presiden Jokowi dan Menpora Amali. Kami benar-benar bisa berlatih dan ini membuat kami lebih semangat,” ujarnya.

Direncanakan, DBON akan dimulai pada peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) 9 September nanti. (Red)