Hari ini, Hakim Yustisial Elly Tri Pangestu Jalani Pemeriksaan Etik

Miindonews, JAKARTA – Hakim Yustisial Elly Tri Pangestu bakal menjalani pemerikasaan etik oleh Komisi Yudisial (KY) di di Gedung KPK hari ini, Senin (Senin, 26 Desember 2022.

Dalam keterengan tertulisnya, juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri mengatakan Yustisial Elly Tri Pangestu akan menjalani pemeriksaan lantai 2 Gedung Merah Putih KPK.

“KPK akan fasilitasi pemeriksaan tsb diruang pemeriksaan lantai 2 Gedung Merah Putih KPK,” kata juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri dilansir dari laman Medcom.id.

Ali menyampaikan bahwa bantuan dari KPK merupakan bentuk sinergi antarinstansi dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Untuk itu, KY diharap bisa memaksimalkan permintaan informasi.

“Hal ini mendorong percepatan, efektivitas, serta efisiensi penanganan perkara,” kata Ali.

Untuk diketahui, KPK menetapkan Elly Tri Pangestu dalam kasus suap di MA bersama 13 orang lainya.

Elly Tri Pangestu bersama Sudrajad Dimyati, Desy Yustria, Muhajir Habibie, Nurmanto, dan Albasri sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a atau b Jo Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Baca juga: Witono Pimpin Kejaksaan Tinggi Provinsi Papua

Berikut 14 nama tersangka kasus suap di MA, yakni:

Hakim Yustisial, Edy Wibowo; Hakim Agung, Gazalba Saleh; Hakim Yustisial, Prasetio Nugroho; dan staf Gazalba, Redhy Novarisza.

Sepuluh lainnya, yakni Hakim Agung, Sudrajat Dimyati; Hakim Yustisial atau panitera pengganti, Elly Tri Pangestu (ETP); dua aparatur sipil negara (ASN) pada Kepeniteraan MA, Desy Yustria (DY) dan Muhajir Habibie (MH); serta dua ASN di MA, Nurmanto Akmal (NA) dan Albasri (AB).

Lalu, pengacara Yosep Parera (YP) dan Eko Suparno (ES) serta Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana Heryanto Tanaka (HT), dan Debitur Koperasi Simpan Pinjam Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS).

Edy disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a dan b Jo Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Gazalba, Prasetio dan Redhy disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a atau b Jo Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UndangUndang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Heryanto Tanaka, Yosep Parera, Eko Suparno, dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto sebagai pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 atau Pasal 6 huruf c Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (Rs-Red)

Hai, Sahabat Miindo! Jika kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi miindomedia@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *