Empat Terdakwa Dijatuhi Tuntutan Bersalah, JPU Sebut Tandatangan Mentri Lutfi Dipalsukan

oleh -
Foto. Pengadilan Negeri

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjatuhkan tuntutan kepada empat orang terdakwa pemalsu dokumen PT Tonia Mitra Sejaterah (TMS). Keempatnya adalah Kalbi, Adiyansyah Tamburaka, Maha Setiawan dan juga Amran Yunus.

Dalam tuntutan tersebut, JPU menjatuhkan hukuman berbeda kepada empat terdakwa. Satu terdakwa bernama Kalbi dituntut 5 Tahun. Kemudian, Adiyansyah Tamburaka dan Maha Setiawan dituntut 3 Tahun dan Amran Yunus dituntut 7 Tahun pidana penjara.

Baca juga: Bangunan di Pemukiman Warga Diduga Jadi Gedung Miras

“Keempat terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana yang melanggar pasal 266 KUHP junto pasal 45 KUHP. Bahwa tandatangan Muh Lutfi dan Ali Said yang diuji di Lab Forensik Makassar, berbeda dan non identik,”kata JPU Herlina Rauf SH dihadapan Majelis Hakim, Kelik Tri Margo SH.

Herlina Rauf, menambahkan bahwa 4 orang terdakwa terbukti dalam dakwaan primer dengan begitu pada dakwaan lain, tidak perlu dibuktikan lagi. Jaksa menuturkan bahwa sesuai dalam fakta persidangan, tandatangan Muh Lutfi dan Ali Said dipalsukan oleh Maha Setiawan yang kemudian diatur oleh Terdakwa Amran Yunus Cs.

“Bahwa perbedaan empat terdakwa dikarenakan, masing-masing terdakwa memiliki peran berbeda. Kami memandang, terdakwa Amran Yunus yang paling banyak memilki peran dalam penjualan saham PT TMS ke PT Tribuana Sukses Mandiri,”ujarnya.

Mengenai dengan adanya pengembangan kasus tersebut? Herlina SH menuturkan bahwa Notaris Rayan Rialdi ikut turut bersama – sama dalam kejahatan tersebut. Karena dia tidak memiliki prinsip kehati- hatian sebelum menerbitkan Akta 75 Tahun 2019. Makanya, dia bakal bersurat hari ini ke Polda Sultra agar dia bisa diperiksa kembali dan ditersangkakan.

“Agar jika Notaris ini tersangka, maka akta Nomor 01 Tahun 2019 kembali akan diuji,”tutur Herlina .

Pewarta : Aco

Editor    : Gusti Wilantara